Thursday, 20 December 2012

Song play repeating in my own mind


1. Rihanna - Diamonds




2. Taylor Swift - I  Knew You Were Trouble



3. Lana De Rey - Ride




4. Florence + The Machine - Spectrum (Say My Name)





5. Phillip Phillips - Home




Wednesday, 19 December 2012

Sesosok Hujan datang menawarkan cinta. #1

Aku mencinta pada sesosok hujan,
Merintik rupawan dibalik bola mata,
Mendebarkan dada di tiap lirikan anggunnya.
Sentuhannya, menggersangkan dahaga seketika.
Diam-diam kala itu cinta bersemi bersama cumbuan basah.

Tuesday, 18 December 2012

Parodi Cinta



Sesal terasa mengutuk asa.
Menyerah pasrah diujung rasa.
Kau tak tahu aku pada akhir cerita.
Sia-sia aku mengasah kisah cinta.

Jalan setapak kian menerjal.
Harap-harap tubuh terjemput ajal.
Kesendirian mematikan sepi.
Meski kau tak lagi ada disisi.

Lembar-lembar putih ternoda jua
Di saat tubuhmu memeluk mesra padanya,
Kudapati di sendu peraduan senja.
Diam-diam malam terpaksa menina-bobokan derita.

Pernah terucap kata rayu
Di tafsirkan salah oleh diriku
Ternyata dia yang kau tuju.
Di sudut lirik matamu berbisik cumbu.

Pintu rapuh berderit kaku
Menutup panjang ujung usiaku
Tak perlu lagi tamu berkunjung
Karena si pemilik kini berkabung
Mati sekali cukup menyita masa
Namun penyesalan tidak akan memaksa
Karena ini bukan hati yang salah
Hanya saja cinta yang memilih.

Maros 10/13/2012 10:31:26 PM

Tuesday, 17 July 2012

Happy Birthday Myself!



Beranjak menua namun bagiku: masa mendewasakan diri, mencari jati diri sendiri dan mewujudkan mimpi yang sempat tertunda


Thursday, 28 June 2012

Aku ingin menulis!



Aku ingin menulis! Kau tahu tentang apa?
Tentang sebuah cerita sederhana di ujung pena sayatanmu.
Yang pernah kau beri bertepatan di suatu malam gelap,
Dengan iringan cahaya kemerahan pelita yang usang
Sembari tersenyum, malu-malu tertunduk kau selipkan ia di saku.
Berangkat dari sana, ku coba tulis kisah ini diatas kertas.
Agar kelak hatimu senantiasa meliriknya.

Kau bertanya mengapa ku pilih kertas berdekatan dada kirimu.
Bukan karena ada hati di bilik rusukmu.
Biar mudah bagimu mengingat larik perlarik peristiwa itu.
menguntai perlahan kata demi kata, kau menghapalnya.
Dan kelak dirimu terenyuh dikala khilaf dan risau mendekat.

Aku ingin menulis! Namun hardikkan runcing penamu memecah.
Mencari ide disetubuhi di garisan hitam terkasih.
Maka berlalulalanglah sesibuk dijalan pemikiranku,
Dan mengalir pulalah bak air bermuara dihilir
Hingga ku genggam satu dengan kepalan,
Kemudian terlempar di putihnya barik, kau terangkai.
Di penghujung cerita, meski lelet di jam-jam padat.
Oleh sebuah kisah romantis tentang kita.
Menjelmalah sebagai pendamping setia untukku.

Makassar, 6/26/2012 11:40:46 AM

Wednesday, 27 June 2012

Ku Duga-Duga Hitam Pekatmu



Rasanya sudah lama aku ingin menulis ini untukmu,sayang. Sebuah puisi sederhana yang ku ibaratkan jembatan antara jarak diantara kita. Semoga kau tahu perasaanku. Dan aku menunggumu tersandung kemudian berteriak: “aku pulang!” dengan senyuman.

Ku duga duga hitam pekatmu
Untuk nirwana
Aku merindu masa lampau jauh hari,
Ketika bayangmu bertautan meminta ditengok.
Pada rintihan yang sempat kau maki,
dilolongan anjing terbuang sore itu.
Sembari sesekali kutuk--mengutuk bersusulan tuk terkasih.
Meski diakhiri ujung tawa bahak yang bergemuruh riuh.

Aku berpikir pertemuan hanyalah cerita gantung tanpa jeda
seperti kapas-kapas putih di atas gerai kanvas biru yang lebar.
berarak perlahan,  sedikit dan merangkul diawal dan akhiran
hingga dipenghujung titik, sulit bagimu menebak kisahnya

itu dulu, dikala masa mengenalmu dahulu.
kini duga-duga datang menduga.
Memeluk punggung dan berbisik mesra
Aku yang salah di aturan pertama
Membiarkan jerat melilit diriku.

Dan duga-duga makin tergugah
Bukan hanya hitam pekat namun juga membiru
Jarak sebentar diantara kita
Tak hanya kutempuh tapi tersesat dalam sebuah praduga.

Makassar, 6/26/2012 1:44:14 PM

Sunday, 24 June 2012

Dosa Malam


Malam...

Kau desahkan rayu hinamu di kuping kanan,

Hingga nafas mendesah panjang.

Menjilati perlahan pori-pori kulit,

Meneruskan nafsu cumbu dalam dekapan.

Malam,

Kau getarkan dinding-dinding kelamin,

Dalam runtuhan surga firdaus di suatu kisah lama.

Dan kini, dosa…

Menghempas dibilik indahnya neraka,

Melahirkan darah dan daging.

Dibalutan kesalahan.

Dalam genggaman dosa malam.