Sunday, 24 June 2012
Friday, 15 June 2012
Kunjungan Penulis Ke SOKOLA
Kunjungan
Penulis Ke SOKOLA
Sederhana
Bukan berarti biasa
Karena ada keinginan
yang luar biasa
Membara masing-masing
ditiap mereka.
***
Kali ini penulis
muda, Rini Maya yang berasal dari Manokwari dan Uthaya Sankar yang merupakan
penulis berbakat dari Negara Tentangga, Malaysia, dicoba untuk melihat secara
langsung salah satu sisi kelam dari kota Makassar dibidang pendidikan. Mereka
di ajak bergaul secara nyata dan dekat dengan sekelompok anak-anak kecil yang
berusia sekitar 5 sampai 6 tahun di wilayah Mariso, daerah pesisir Pantai Kota
Makassar, dengan tingkat illiteracy yang terbilang sangat tinggi. Hal ini
memberikan kesan kontraks dengan daerah disekitar Tanjung Bunga yang terkenal
sebagai salah satu kawasan elit di Kota Makassar.
Sokola merupakan suatu
wadah bagi siapa saja yang ingin berbagi ilmu dan keterampilan yang mereka
miliki dengan anak pribumi yang buta aksara. Sokola yang dicetus oleh Butet Mannurung dengan berangkat
dari misi awal yaitu mengajarkan anak-anak dan warga sekitar yang masih buta
aksara untuk bisa membaca dan menulis serta keterampilan lain yang kelak sebagai
bekal masa depan mereka.
Sesampai di Sekola,
kami disambut dengan keceriaan anak-anak yang sedang belajar meski ada beberapa
tangis-tawa diantara mereka. Ini merupakan hal yang sangat luar biasa dan entah
mengapa merupakan pengalaman berharga. Saya dan penulis mencoba mengakrabkan
diri dengan perkenalan seadanya dan dilanjutkan dengan bernyanyi ria bersama
mereka. Mulai dari lagu “balon”, “jempol” hingga lagu “head, shoulder and toe”
sambil bergoyang-goyang mengikuti mereka meragakan gaya lagu tersebut. Sesekali
kami tertawa melihat tingkah kekonyolan dan polos mereka dan tentu saja juga
menertawakan diri kami sendiri.
Lelah dengan suguhan nyanyian,
penulis mencoba menghibur mereka yang mulai kebosanan dengan mencoba membacakan
beberapa dogeng lokal. Alhasil mereka antusias menyimak dengan bergegas duduk
rapi dan mendengarkan dengan seksama
cerita yang dibawakan oleh Uthaya dan Maya. Tak terasa pelajaraan telah selesai
untuk hari ini dan jam pun menunjukkan saatnya untuk waktu pulang ke rumah.
Mereka berdoa dan bersalaman pamit untuk pulang ke rumah masing-masing.
Setelah itu kami
mecoba menggelar diskusi kecil-kecilan untuk para guru Sokola dan mencoba untuk
saling membagi pengalaman dalam mengajar.
***
Berikut kesimpulan
dari diskusi singkat kami dengan para pengajar Sokola Mariso:
Sokola sekarang
memiliki lima tenaga pengajar, dua guru IT dan tiga guru remaja Bahasa Inggris
dan Komputer. Kendala yang dihadapi memang terkadang cukup sulit seperti adanya
faktor dari orang tua yang kerja atau begadang sehingga tidak sempat mengantar
anaknya ke Sokola, dan hal ini dapat memicu anak menjadi malas datang belajar.
Terkadang pula adaptasi anak-anak yang baru masuk, yang sangat susah diatur
serta selalu menangis mencari orang tuanya. Namun masalah yang paling
disayangkan ketika beberapa orang tua diantara mereka yang memutuskan untuk
bercerai. Membuat mereka harus kehilangan murid karena otomatis muridnya harus
memilih mengikuti ayah atau ibunya. Namun kendala-kendala itu menjadi semangat
bagi mereka untuk tetap mengajar. Terkadang pula mereka menemukan kasus
disleksia pada beberapa murid sehingga mereka harus memberika pendekatan
personal dan sabar dalam menghadapinya.
Sama halnya dengan
Sekolah pada umumnya, Sokola juga memulai jam pelajaran dari pukul 07.00 hingga
pukul 10.30 dengan aneka pelajaran seperti menggambar, membaca, Bahasa Inggris
dan Bahasa Arab di hari Jumat. Biasanya penerimaan siswa baru dibuka pada bulan
Juli. Hal yang yang tidak biasa dari Sokola, ia menerapkan sistem teacher living
maksudnya tenaga pengajar akan tinggal di Sokola selama 24 jam sehingga
memberikan akses luas kepada masyarakat yang ingin belajar dan konsultasi
tentang pelajaran. Progress murid akan di sharing bersama terhadap guru
lainnya, sehingga mereka akaan mendapatkan bekal bagaimana cara menghadapi anak
tersebut kelak serta seluruh guru akan dilibatkan dalam proses belajar-mengajar
sebagai interaksi awal mereka jadi ketika guru yang satu berhalangan, murid
tidak akan merasa canggung diajar oleh guru yang lainnya.
Ada beberapa cerita
yang lucu yang pernah dialami oleh para pengajar di Sokola, salah satunya
mereka terkadang mendapati beberapa anak-anak yang saking semangatnya belajar
terpaksa tidak sempat mandi datang ke Sokola dikarenakan pula oleh kurangnya
perhatian orang tua yang sibuk bekerja dan begadang. Seharusnya hal ini menjadi
cambuk bagi para orang tua agar lebih memperhatikan anak mereka namun
disayangka pula banyak kasus yang ditemukan ternyata orang tua murid juga
mengalami buta huruf. Tragis, dunia pendidikan di Indonesia seolah menjelma
menjadi barang yang mahal dan langka tidak seperti yang dielukkan oleh
pemerintah kita. Semoga kedepannya dunia pendidikan kita bisa lebih baik lagi.
Amin.
“Pengetahuan bukanlah hal eksklusif bagi saya,
selama kau memiliki kata, dan pulpen maka ‘Make own your story’”
–Maya-
***
Sekedar
Info:
Sekarang ini Sokola butuh uluran
tangan kita semua agar mereka tidak sampai gulung tikar dan memutus impian
anak-anak kurang beruntung di pesisir pantai kota Makassar itu. Sokola butuh
dana untuk pindah ke tempat yang baru, tempat yang mungkin akan lebih bisa
membuat mereka tenang.
Bagi anda yang berniat untuk
mengulurkan tangan, ada banyak ragam cara. Di antaranya :
Memberikan
donasi sukarela kepada mereka melalui akun :
BNI Cab. Mattoangin,
a.n. Andi Sulfiani qq Sokola Pesisir
no. 0243682214
Menyumbangkan
pakaian layak pakai anda yang nantinya akan dijual murah kepada masyarakat
setempat dan hasil penjualannya akan ditabung untuk penggalangan dana sekolah
mereka.
Sumbangan pakaian layak pakai anda
bisa diberikan langsung ke alamat
- Sokola Pesisir Mariso di Jl. Nuri lr. 300, no 131, Makassar (a.n Efi Sulfiani di 081355505895, Habibi di 081242249056 dan Imran di 082190358797)
- Kampung Buku, Komp. CV Dewi, Jl. Abd. Dg. Sirua 192E, Makassar (a.n Anwar Jimpe Rahman, 081342398338)
Membeli produk karya anak-anak
Pesisir Mariso berupa kerajinan tangan, buku,
foto, lukisan dan film. Info mengenai produk anak-anak Pesisir Mariso bisa
menghubungi : Efi Sulfiani (081355505895)
Menyebarluaskan informasi ini ke sanak, kerabat, teman dan handai taulan lainnya.
Memberitahu bos, pimpinan, direksi
kantor tempat anda bekerja agar diikutkan kedalam program CSR kantor anda.
Turut hadir dan berpartisipasi pada
acara penggalangan dana yang pelaksanaannya akan diumumkan dalam waktu dekat.
Mari meluangkan waktu dan rejeki
kita untuk membantu Sokola , agar mimpi anak-anak kurang beruntung itu bisa
jadi kenyataan.
Informasi
lain tentang Sekola Pesisir atau Sokola Makassar dapat diakses di : http://sekolahpesisir.wordpress.com/2012/01/15/sekolah-pesisir/
Mari berbagi, sebarkan hashtag #HelpSokolaMakassar
Makassar International Writers Festival 2012
http://rumata-artspace.org/
Oleh: Kamaluddin Khaedar
Makassar International Writers Festival 2012
http://rumata-artspace.org/
Oleh: Kamaluddin Khaedar
Thursday, 14 June 2012
Nyanyikan Lagumu!
Sing
Your Poetry!
Ft: Fadly PADI, Omar Musa, Ng Yi
Seng.
Moderator: Khrisna Pabichara dan
Ardy Cambers.
Music Facilitator: Ardy Chambers
Makassar International Writers
Festival 2012 mencoba melakukan hal yang baru di dalam meramaikan perhelatan
akbar di tahun keduanya ini dengan menambahkan item acara secara fresh dan
menarik serta memikat masyarakat. Sing Your Poetry! Atau lebih lumrahnya
dikenal sebagai ‘Nyanyikan Lagumu!’. Acara ini berlangsung di kafe Woodsy Gab,
Makassar.
Acara dibuka
dengan penampilan dari band lokal, debluesfresh dengan membawakan beberapa lagu
yang dibuat dari puisi dan kemudian di susul Fadly sebagai penanda puncak acara
dengan membawakan dua lagu hits-nya, yakni 'Tiga Titik Hitam' yang pernah ia
bawakan bersama band Burgerkill dan 'Harmoni', lagu yang diciptakan rekan
seband-nya, Piyu.
Selain Fadly dan
beberapa band lokal, tiga musisi asal Melbourne, Australia juga tidak ingin
ketinggalkan dalam memeriahkan acara ini. Nina Lim, Yana Millane, dan Omar Musa
yang seorang rapper kenamaan. Ada pula violis lokal Windah Cutamora yang sempat
tampil dalam mengirimi Fadly menyanyikan ‘Harmoni’ bersama Nina dan Yana.
“Setiap cinta punya kekuatan untuk menyatukan dua hati. Musik dan puisi jika dikawinkan akan menghasilkan karya yang dahsyat” ungkap Khrisna selaku moderator. "Ini pertama kali dalam hidup saya menghadiri festival sastra yang mengawinkan seni musik dan puisi. Saya bisa mempuisikan lagu saya dan puisi saya bisa dinyanyikan. Saya bangga Makassar bisa menggelar festival penulis kelas internasional," ujar Fadly yang juga berasal dari Makassar. Meskipun dia baru tiba di Makassar hari itu juga tak menyurutkan dirinya untuk menampilkan yang terbaik.
Beberapa penyair juga ikut berpartisipasi dalam membacakan beberapa puisi-puisi mereka, seperti Khrisna Pabhicara yang mencoba puisilisasi dari lagu ‘Rapuh’ karya Padi dengan Bahasa Makassar sedangkan Anwar Jimpe Rachman mencoba mendemonstrasikan puisi pribadinya. Penyair asal Singapura, Ng Yi Seng pun ambil andil dalam kegiatan ini dengan mencoba membacakan puisi pertamanya yang berjudul ‘Dear Passenger’ yang menceritakan tentang kota kelahirannya serta dilanjutkan dengan puisi tentang sumpah yang cukup kontroversial di negaranya dengan pembacaan yang berbeda, menggunakan pulpen diselah mulutnya. Keunikan ini disambut dengan tepuk gemuruh dari para penonton yang tersentuh secara langsung. Selain puisi dan lagu ada pula interaksi dialog antara penonton dan musisi serta acara ditutup dengan persembahkan lagu dari Bonzaiband.
Makassar International Writers Festival 2012
http://rumata-artspace.org/
Oleh Kamaluddin Khaedar
Kearifan Pelacur: Akal sehat dan Orang Sehat
The
wisdom of whores and HIV in Indonesia
By:
Elizabeth Pisani
Elizabeth Pisani mencoba untuk
menjadi bagian dari segelintir orang berusaha membuka mata batin masyarakat di
dalam memahami dunia pelacuran dan HIV yang tengah terjadi dewasa ini. Dengan beribu
penelitian dan data statistik yang otentik, dia mencoba membeberkan semua
rahasia di balik pelacuran dan HIV itu sendiri secara gamblang.
“60% juta penduduk didunia telah
gagal dalam menjalankan pencegahan HIV dan kebanyakan dari mereka berasal dari
Negara Afrika” bebernya “sedangkan 20% juta kasus di luar Afrika yang di
karenakan oleh penggunaan narkoba dan jual beli sex”. Hal ini memang sangat di
sayangkan karena sebagian besar dari mereka masih memiliki tingkat kesadaran
yang rendah dan banyaknya mafia-mafia yang mencoba mencari kentungan dari epidemik
global itu sendiri.
Orang yang paling cepat terjangkiti
virus HIV adalah kumpulan gay, penggunaan jarum suntik yang bergantian
(narkoba) khususnya di dalam penjara, dan orang yang jual beli sex. Tingkat
kasus HIV yang banyak ditemukan ada di Timur dan Selatan Afrika.
“HIV adalah virus yang sederhana
dengan pencengahan yang sederhana pula”
Merujuk pada program HIV di
Indonesia, malah kasus yang paling sering ditemukan adalah pertukaran jarum suntik
oleh narapidana, orang yang jual beli sex (dikalangan waria, laki-laki, dan
wanita), gay yang “bergaul” termaksud interaksi di dunia internet.
Tingkat penggunaan narkoba yang
terjangkiti HIV sebesar 41% sedangkan waria yang terjangkiti sekitar 22%. di
Wamena 1:4 penjajan sex yang terkena HIV. Ini menunjukan jaringan sex di Papua
mempermudah dalam penyebaran AIDS sehingga Papua tergolong daerah yang memiliki
tingkat terinfeksi HIV yang tinggi dibandingkan bagian Indonesia Barat.
“Makin kaya suatu Negara, makin
banyak pula HIV” tutur Eluzabeth, mengingat sex sekarang adalah sebuah
komoditas modern seperti contohnya Negara Afrika.
Sebenarnya pencegahan HIV tidak lah
terlalu susah dan sulit. Vaksin bisa ditemukan
Dengan pertimbang tiga hal: orang
yang terinfeksi, orang yang tidak terinfeksi dan adanya pertukaran cairan
antara mereka. Tiga hal pokok inilah yang dilakukan oleh para peneliti dalam
menemukan dan mengembangkan vaksin HIV/AIDS namun pengobatan ini pulalah yang
dapat mempertinggi jumlah orang yang terkena HIV karena beberapa dari mereka
masih bisa hidup dengan bantuan obat itu.
Menurut Pisani orang yang
terjangkiti HIV bersetubuh dengan orang yang tanpa HIV belum tentu terkena HIV,
hal ini dikarenakan oleh tingkat keganasan virus itu sendiri.
Cara pencegaahan HIV
1.
Narkoba
Dengan penyesterilan jarum dan syringe program
Data menunjukkan di New York tingkat kasus HIV melalui jarum
suntik sebesar 54% dan sekarang menjadi 13% karena tingkat kesadaran akan jarum
suntik yang steril sedaangkan di Indonesia sendiri khususnya Jakarta sekitar 0%
menjadi 55% ini menandakan rendahnya kesadaran masyarakat akan penggunaan jarum
suntik yang steril sehingga bisa disimpulkan adanya sistem pertukaran jarum
disini.
2.
Sex komersial
·
Penggunaan Kondom
·
STI screening dan pengobatan
·
Norma, discourage clients from
buying
·
Norma, “Empower” sex comersial
Statistika menunjukkan 2/3 dari
penjaja sex di Indonesia tidak menggunakan kondom sedangkan dana pencegahan
dari pemerintah dikucurkan sebesar 720 Milyar. Ini menandakan efektifitas
secara teknik saja tidak cukup.
Hal sebenarnya yang sangat penting
dalam pencegahan HIV/AIDS adalah mempedulikan kepentingan para klien lebih
efektif dari sekedar penyuluhan.
Di lapangan komersialisasi sex menggambarkan
penggunaan kondom tidak berjalan efektif dikarenakan oleh tiga faktor yaitu:
·
Adanya klien tidak ingin
menggunakannya
·
Mereka percaya klien bersih
·
Tidak pernah negosiasi
Estimasi kasus yang mengidap AIDS di
tahun 2011 sekitar 21.000 kasus sedangkan yang meninggal sekitar kurang dari
2.000 orang dan kasus orang yang terluka dalam kecelakaan sekitar 350.000 kasus
sedangkan estimasi orang yang meninggal karena kecelakaan diperkirakan 32.000
orang. Anggaran HIV di tahun 2011 sekitar 783 milyar dan anggaran kesehatan
jalan sama dengan nol, nihil sama sekali.
Makassar International Writers Festival 2012
http://rumata-artspace.org/
Oleh Kamaluddin Khaedar
Makassar International Writers Festival 2012
http://rumata-artspace.org/
Oleh Kamaluddin Khaedar
Tuesday, 12 June 2012
Makassar International Writers Festival 2012
Mendadak Menjadi Volunteer
Ini berawal dari sms aneh seorang teman, Imut, yang menanyakan tentang alamat e-mailku. Awalnya aku berpikir tentang “job” walaupun dengan embel volunteer di dalamnya, namun entah mengapa tak jua mengurangi niatku untuk membalasnya dengan sigap. Kaka_he3x@yahoo.co.id langsung muncul “pesan terkirim” dilayar monochrome hapeku. Ternyata dia yang dimandatkan Uthie untuk bertugas mendaftar e-mail kami, bukan karena kenapa tapi hanya dia yang sempat online disaat kami suntuk sama aktifitas yang menumpuk akhir-akhir ini.
Selang beberapa hari. Mungkin dikarenakan hapeku hilang dikala aku pergi buru-buru, membuatku pesimis mendapatkan panggilan dari event menulis berskala internasional, MIWF 2012 itu. Tiba-tiba Uthie, salah satu sahabatku, di waktu senggam yang tak pas, berseru, “Ndak dapatko telpon dari panitia Makassar International?”Aku, jibs dan imut yang kebetulan duduk di dekatnya tepat depan kamar kos yang telah dibaptis sebagai markas kami, serentak membalas, “ndak” ditemani kepala yang digelengkan dan suara yang menggantung diakhir kata.
Esoknya, Uthie mendapat sms untuk rapat di BaKti jam 12 siang tapi berlawan dengan sms Jibs yang di suruh merapat di Benteng Rotterdam jam 3 sore. Uthie mencoba membujuk kami untuk ikut namun hanya aku yang bebas, Imut sibuk untuk ujian dan kuliahnya sementara Jibs harus mengurus tanda tangan pembimbing skripsi untuk dikumpul segera. Dua petanda gugur, duanya lagi makin bertaji.
Berangkat dengan niat memperbanyak pengalaman, aku dan Uthie memantapkan tujuan untuk tetap bergabung di MIWF ini. Karena biasanya kami saling mempengaruhi seperti halnya mood, tapi tidak kali ini, untukku dan Uthie. Sesampainya di BaKti, seorang wanita berusia dua puluhan dengan jilbat coklat dan baju pink menyambut kami sambil memperkenalkan nama.
“Afdal”
“Kamal”
“Uthie”
Setelah perkenalan yang sengaja dipersingkat, segera dia memperlihatkan kertas-kertas yang berisi schedule event dan susunan panitia. Yes! Girang diriku berasa terbang ditempatkan sebagai bagian dari media, senang bertambah lipat ketika diminta menjadi penulis laporan acara. Tentu kusanggupi dengan matang, alasannya sederhana karena aku cinta pada dunia kepenulisan dan aku termasuk orang yang suka mengamati.
Jam 3 sore kami pamit dan
meluncur ke Rotterdam yang kelak menjadi kesekretariatan acara bergensi ini.
Menunggu. Sepi. Jam 4 lewat. Tidak ada kejelasan. Bimbang menghampiri, manalagi
publikasinya MINUS. Hape bordering petanda sms masuk. Jam 7 kumpul di Rumata’ Jln. Bontonompo No. 12A, Gunung Sari
makassar
Rapat digelar, pembagian jobdesc besok --hari pertama MIWF-- ditetapkan. Rapat berlangsung ringkas. Padat dan monoton. Yah! Namanya juga belum saling mengenal satu sama lain. Apalagi faktanya, ini bukan rapat perdana. Berarti aku melewatkan banyak hal termasuk garis start untuk sebuah pertemanan. Jadi beberapa dari 45 volunteers, harus diam-diaman dan menimpal pembicaraan seadanya.
Hasil rapat untukku: meliputi pres-rilis Makassar International Writers Festival 2012, di Djuku, Wisma Kalla. Well, sebuah awalan yang bagus sekaligus menggiurkan. Ini namanya batu loncatan, bukan? haha :)
Saturday, 7 April 2012
Curhat di Bulan Maret #4
Thursday, March 29, 2012
Merombak ulang semua Chapters skripsi, berusaha untuk memberikan hal sesempurna mungkin dengan melakukan beberapa penambahan bahan dan pemantapan analisis data.
7:32 PM
Curhat di Bulan Maret #3
Wednesday, March 28, 2012
I mess around and just stuck in the middle of hell,
I lost anything but somehow it doesn’t matter at all,
Sometimes, my life is suck however that’s make me alive,
Because those things make me feel like I’m totally human being.
10:56 PM
Curhat di Bulan Maret #1
Friday, March 09, 2012
Rasanya makin hidup. ditemani nyanyian hujan, yang mengguyur bumi dengan lantunan lagu Titanium-nya david gueta ft sia dari laptop. Ide- ide pun berseliweran di benakku menunggu di tuangkan dalam blog kecilku. Seharusnya sudah saatnya saya ke kampus buat online dan mendownload. Naas, Revora kesayanganku lagi di pakai sama Ortu. Sekarang jam 2.22 PM 48 menit ini waktu untuk latihan dance bersama anak fmobMKS. Tapi revora belum juga datang. Kalau hujan sih gak papa kan ada mantel pemberian nenek tiga bulan yang lalu.
6:22:15 PM
Ini salah saat dimana aku mulai membenci orang tuaku. Selalu menasehati seolah merekalah yang paling tahu yang terbaik buat anak mereka tanpa harus mencari tahu. Ini tidak adil. Mereka yang selalu menganggap diri mereka yang paling benar. Aku merasa kecewa dan benci disaat bersamaan.
8:40:08 PM
Kau mengajarkanku bahwa semua hal hanya semu. Temporari. Termaksud kata “cinta”, bagian “sweetener” dari “bullshit”.
Curhat di Bulan Maret #2
Tuesday, March 13, 2012
Tetaplah begini,
Menjadi apa apa yang kau mau.
Tuesday, 13 March 2012
Insomnia #1
Terkurung dalam angan-angan yang beku.
Luka lama menghantui benak.
Maka bersabarlah!
Tuk waktu yang tepat.
Makassar, Saturday, March 10, 2012
Friday, 24 June 2011
Wednesday, 22 June 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)









